BANYUWANGI – Ratusan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dari wilayah eks-Karesidenan Besuki berkumpul di Aula Hotel Kokoon Banyuwangi pada Sabtu (9/5) guna mengikuti kegiatan Pembinaan dan Peningkatan Profesionalisme. Acara strategis ini bertujuan untuk memperkuat kualitas layanan pertanahan serta menyamakan persepsi regulasi terkini di lapangan.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Ketua Pengwil Jawa Timur IPPAT, Ibu Dr. Sri Wahyu Jatmikowati, S.H., M.H. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa profesionalisme PPAT adalah kunci utama dalam memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.
Turut hadir memberikan arahan, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Asep Heri, S.H., M.H., QRMP., QRGP. Dalam sesi materi, beliau memaparkan secara mendalam mengenai kebijakan Lahan Sawah Dilindungi (LSD). Kakanwil menegaskan pentingnya akurasi data dalam menjaga ketahanan pangan melalui pengendalian tata ruang yang ketat.
Hadir pula dalam kesempatan tersebut seluruh Kepala Kantor Pertanahan se-eks Karesidenan Besuki. Salah satu narasumber utama, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Banyuwangi, Bapak Adolf Severlianus Puahadi, S.SiT., M.M., QRMP, menggarisbawahi urgensi kolaborasi.
“Sinergitas antara Kantor Pertanahan dan PPAT bukan sekadar koordinasi administratif, melainkan fondasi dalam memberikan pelayanan prima dan meminimalisir sengketa pertanahan di masa depan,” ujar Adolf di hadapan ratusan peserta.
Melalui kegiatan pembinaan ini, diharapkan seluruh PPAT di wilayah Besuki dapat menjalankan tugas jabatan dengan lebih akuntabel, profesional, dan selaras dengan program strategis nasional yang diusung oleh Kementerian ATR/BPN.
#IndonesiaLengkap
#ATRBPNKiniLebihBaik
#ATRBPNMajudanModern
#MelayaniProfesionalTerpercaya
#KantahKabBanyuwangi
What do you feel about this post?
Like
Love
Happy
Haha
Sad
